Britney Spears Ditangkap karena Dugaan Mengemudi dalam Kondisi Mabuk di California
Trans7News, Jakarta – Bintang pop dunia Britney Spears kembali menjadi sorotan publik setelah ditangkap pihak berwenang atas dugaan mengemudi di bawah pengaruh alkohol atau Driving Under the Influence (DUI) di Ventura County, California, Amerika Serikat.
Mengutip laporan People, Kamis (5/3) waktu setempat, penyanyi berusia 44 tahun itu ditangkap oleh petugas pada Rabu (4/3) malam. Penangkapan tersebut telah dikonfirmasi oleh Ventura County Sheriff’s Office. Spears kemudian dibebaskan pada Kamis pagi setelah menjalani proses administrasi.
Baca Juga:
Dewa United Tumbang dari Manila Digger di Leg Pertama, Peluang ke Semifinal Masih Terbuka
Dalam catatan kepolisian, penanganan kasus ini dilakukan melalui prosedur “cite and release”, yakni mekanisme di mana seseorang dibebaskan setelah menerima surat panggilan untuk menghadiri sidang tanpa harus menjalani masa penahanan. Spears dijadwalkan hadir di pengadilan pada 4 Mei mendatang untuk menghadapi proses hukum terkait insiden tersebut.
Menurut sumber penegak hukum setempat, penangkapan dilakukan setelah pihak berwenang menerima laporan mengenai sebuah BMW 430i berwarna hitam yang melaju tidak stabil dengan kecepatan tinggi di wilayah Ventura.
Petugas dari California Highway Patrol (CHP) wilayah Moorpark kemudian menghentikan kendaraan tersebut untuk melakukan pemeriksaan.
Dalam keterangan resmi dari petugas informasi publik disebutkan bahwa Spears merupakan satu-satunya orang di dalam kendaraan saat itu.
“Pengemudi tunggal, Ms. Spears, menunjukkan tanda-tanda gangguan dan menjalani serangkaian tes kesadaran di lapangan,” demikian pernyataan resmi tersebut.
Setelah pemeriksaan dilakukan, Spears kemudian ditangkap atas dugaan melanggar California Vehicle Code Section 23152(g), yaitu mengemudi di bawah pengaruh kombinasi obat-obatan dan alkohol. Ia sempat diproses secara resmi sebelum akhirnya dibebaskan oleh pihak berwenang.
Sementara itu, perwakilan Britney Spears menyampaikan bahwa sang penyanyi merasa sangat terpukul atas insiden yang terjadi.
Baca Juga:
Empat Pejabat Pemkab Pekalongan Dipulangkan KPK Usai Diperiksa Terkait OTT Bupati Fadia Arafiq
“Britney sangat emosional dan menyesal setelah penangkapannya,” ujar perwakilan Spears.
Dalam pernyataan yang sama, pihaknya juga menegaskan bahwa kejadian tersebut merupakan hal yang sangat disayangkan.
“Ini adalah insiden yang sangat disayangkan dan sama sekali tidak dapat dibenarkan,” kata perwakilan Spears.
Mereka juga menyebut Spears berkomitmen untuk mematuhi proses hukum yang berlaku serta berupaya mengambil langkah positif ke depan.
“Britney akan mengambil langkah yang tepat dan mematuhi hukum, dan semoga ini menjadi langkah pertama menuju perubahan yang sudah lama dibutuhkan dalam hidupnya. Kami berharap ia bisa mendapatkan bantuan dan dukungan yang dibutuhkan selama masa sulit ini,” lanjut pernyataan tersebut.
Pihak terdekat Spears juga disebut tengah menyusun rencana dukungan untuknya. Disebutkan pula bahwa kedua putranya akan segera menghabiskan waktu bersama sang ibu dalam waktu dekat.
Britney Spears diketahui memiliki dua putra dari pernikahannya dengan mantan suami Kevin Federline, yakni Sean Preston Federline (20) dan Jayden James Federline (19).
Penangkapan ini menambah daftar dinamika kehidupan pribadi Spears dalam beberapa tahun terakhir. Pada November 2021, konservatori yang mengatur kehidupan pribadi dan keuangannya selama 13 tahun akhirnya resmi diakhiri oleh hakim di Pengadilan Los Angeles County.
Selain itu, pada bulan lalu Spears juga dikabarkan telah menjual katalog musiknya, meski nilai transaksi tersebut tidak diungkap ke publik.
Dalam beberapa waktu terakhir, Spears juga cukup terbuka membagikan pengalaman pribadinya di media sosial, termasuk terkait hubungannya dengan keluarga. Dalam sebuah unggahan pada Februari lalu, ia sempat menyinggung pengalaman masa lalu tanpa menyebut nama secara langsung.
“Bagi kalian yang keluarganya mengatakan membantu kalian dengan cara mengisolasi dan membuat kalian merasa sangat tersisih… mereka salah. Kita bisa memaafkan sebagai manusia, tapi kita tidak akan pernah melupakan,” tulis Spears.
Baca Juga:
BYD Siap Luncurkan SUV Flagship Great Tang, Usung Teknologi 1.000 Volt dan Fast Charging 1.000 kW
Sumber: People
