93 Persen Anggaran Program Makan Bergizi Dialokasikan Langsung ke Daerah
Trans7News, Kota Bogor — Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa sebagian besar anggaran program gizi nasional dialokasikan langsung untuk bantuan pemerintah berupa program makan bergizi yang disalurkan ke berbagai daerah di Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Dadan saat konferensi pers Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar di SPPG Cibuluh 1, Kota Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu.
Baca Juga:
AS Minta Warganya Segera Tinggalkan Iran, Tegaskan Semua Opsi Masih Terbuka
Dadan menjelaskan, total anggaran yang dikelola Badan Gizi Nasional pada tahun 2026 mencapai Rp268 triliun sebagaimana telah ditetapkan dalam undang-undang. Selain itu, terdapat dana cadangan sekitar Rp67 triliun yang disiapkan untuk mendukung keberlanjutan program tersebut.
“Perlu diketahui bahwa 93 persen dari Rp268 triliun itu digunakan untuk bantuan pemerintah makan bergizi. Jadi hampir Rp240 triliun digunakan untuk intervensi pemerintah,” kata Dadan.
Disalurkan Langsung ke Satuan Pelayanan
Menurut Dadan, skema penyaluran anggaran dilakukan secara langsung dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) ke rekening masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.
Sistem ini dirancang agar pelaksanaan program dapat berlangsung lebih cepat dan tepat sasaran, serta memastikan manfaat program tidak berhenti di tingkat pusat.
“Dengan pola penyaluran langsung ini, masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi di daerah,” ujarnya.
Dorong Ekonomi Lokal
Dalam implementasinya, Badan Gizi Nasional bekerja sama dengan berbagai mitra yang berperan dalam pembangunan serta penyediaan fasilitas layanan gizi. Pemerintah kemudian menyalurkan anggaran berdasarkan kebutuhan operasional dan standar gizi yang telah ditetapkan.
Dadan menyebutkan bahwa komponen utama pembiayaan program meliputi pengadaan bahan pangan, biaya operasional, serta insentif bagi pelaksana program di lapangan.
Porsi terbesar dari anggaran tersebut dialokasikan untuk bahan pangan guna memastikan kualitas dan kecukupan gizi bagi penerima manfaat.
Selain itu, pemanfaatan sumber daya lokal menjadi salah satu prinsip penting dalam pelaksanaan program. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat daerah, termasuk petani, pemasok bahan pangan, hingga pelaku usaha kecil.
Sasar Ibu dan Anak
Program MBG merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui intervensi gizi sejak usia dini hingga usia sekolah.
Melalui jaringan SPPG yang terus diperluas, pemerintah menargetkan layanan makan bergizi dapat menjangkau berbagai kelompok penerima manfaat, antara lain ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, serta peserta didik di sekolah.
Dadan menegaskan bahwa evaluasi terhadap kualitas layanan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan standar keamanan pangan dan mutu gizi tetap terjaga.
Baca Juga:
Mahasiswi UIN Suska Riau Dibacok Rekan Kampus, Diduga Dipicu Penolakan Cinta
“Evaluasi terus kami lakukan agar program berjalan efektif serta memberikan dampak nyata bagi pembangunan manusia Indonesia,” ujarnya.
