Mahasiswi UIN Suska Riau Dibacok Rekan Kampus, Diduga Dipicu Penolakan Cinta
Trans7News, Riau — Kasus kekerasan yang melibatkan mahasiswa mengguncang lingkungan kampus Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Seorang mahasiswa berinisial Raihan Mufazzar (21) diduga nekat membacok mahasiswi Faradilla Ayu Pramesti (23) setelah cintanya ditolak oleh korban.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu pagi, 25 Februari 2026, sekitar pukul 07.30 WIB di lingkungan kampus yang berada di Pekanbaru, Riau. Saat itu korban tengah bersiap menjalani seminar proposal sebelum pelaku menghampirinya.
Baca Juga:
Diduga Ilegal, Aktivitas Galian Tanah Uruk di Desa Bukit Batu Disorot BP3K-RI
Kapolsek Bina Widya, Nusirwan, menjelaskan bahwa motif sementara penyerangan dipicu persoalan asmara. Pelaku diduga sakit hati karena korban menolak hubungan lebih jauh lantaran telah memiliki kekasih.
“Pelaku merasa sakit hati karena korban memutuskan hubungan kedekatan setelah memiliki pacar,” ujar Nusirwan kepada wartawan, Sabtu (28/2/2026).
Pelaku Datang dengan Senjata Tajam
Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku berangkat dari rumahnya di Bangkinang dengan membawa senjata tajam berupa kampak dan parang yang telah disiapkan sebelumnya di dalam tas.
Setibanya di kampus pada pagi hari, pelaku langsung mendekati korban. Tanpa banyak percakapan, pelaku kemudian menyerang korban secara membabi buta dengan senjata tajam dan mengenai bagian kepala serta tangan korban.
Beruntung, aksi tersebut segera diketahui mahasiswa lain dan civitas akademika kampus. Korban kemudian segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis dan dilaporkan berhasil diselamatkan.
Unggahan Galau Diduga Jadi Pesan Terakhir
Sebelum kejadian, di media sosial beredar tangkapan layar yang diduga merupakan unggahan terakhir pelaku. Dalam unggahan tersebut, Raihan diduga membagikan potongan lirik lagu Lily of the Valley dari penyanyi Korea Selatan Daniel.
Lirik tersebut bernuansa emosional dan disebut-sebut sebagai pesan terselubung kepada korban yang selama ini menjadi perhatian pelaku.
Kasus ini kemudian memicu berbagai spekulasi di media sosial terkait kepribadian pelaku, termasuk anggapan bahwa ia merupakan sosok introvert atau penyendiri.
Teman Pelaku Bantah Spekulasi
Seorang pengguna media sosial yang mengaku sebagai teman SMA pelaku turut memberikan klarifikasi. Melalui akun bernama @dansnt00x, ia membantah bahwa pelaku merupakan sosok introvert.
Menurutnya, tidak ada hubungan antara sifat introvert atau ekstrovert dengan tindakan kekerasan yang dilakukan seseorang.
Baca Juga:
Mediasi PHK Karyawan PT Raja Golf di Disnaker KBB Buntu, Kuasa Hukum Siap Tempuh Jalur PHI
Ia juga menilai tindakan pelaku lebih disebabkan oleh obsesi terhadap korban, bukan karena karakter kepribadian tertentu sebagaimana banyak spekulasi yang beredar di media sosial.
Polisi Sebut Pelaku Dalam Kondisi Normal
Sementara itu, pihak kepolisian menyatakan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal, pelaku tidak menunjukkan tanda-tanda gangguan kejiwaan.
“Kalau kita lihat tidak ada kelainan, dia normal,” ujar Nusirwan.
Meski demikian, penyidik memastikan bahwa tindakan pelaku telah direncanakan sebelumnya karena ia membawa senjata tajam dari rumah.
Saat ini Raihan telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal terkait dugaan pembunuhan berencana. Ia terancam hukuman penjara maksimal 12 tahun.
Kasus ini masih dalam proses penyidikan lebih lanjut oleh kepolisian guna mengungkap secara lengkap kronologi serta motif di balik aksi kekerasan yang terjadi di lingkungan kampus tersebut.
