Kisah Mantan Model Playboy Kourtney Reppert: Dari Kehidupan Glamour hingga Pernah Jadi Gelandangan
Trans7News, Jakarta – Pada era 2000-an, Kourtney Reppert dikenal sebagai salah satu model populer yang kerap tampil di majalah Playboy. Kariernya melesat cepat, membawa Reppert menikmati kehidupan glamor di Playboy Mansion, kediaman mewah milik pendiri Playboy, Hugh Hefner, bersama sejumlah selebritas papan atas.
Namun lebih dari satu dekade kemudian, kehidupan Reppert berubah drastis. Kini di usia 39 tahun, ia mengungkapkan pernah mengalami masa sulit hingga sempat hidup tanpa tempat tinggal. Pengalaman tersebut membuatnya menyadari bahwa karier yang sangat bergantung pada penampilan fisik dapat menjadi sangat rapuh seiring berjalannya waktu.
Baca Juga:
Pemerintah Batasi Operasional Truk Selama Mudik Lebaran 2026, Buruh Bongkar Muat Khawatir Pendapatan Turun
“Kamu dihargai karena penampilanmu, bukan karena siapa diri Anda. Dan ketika itu menjadi fondasi identitas Anda, semuanya terasa sangat rapuh,” ujar Reppert, seperti dikutip dari Daily Mail.
Ia juga menyoroti pandangan publik yang sering menganggap kecantikan identik dengan kehidupan yang stabil dan aman secara finansial. Menurutnya, anggapan tersebut tidak selalu sesuai dengan kenyataan.
“Banyak orang mengira menjadi cantik berarti hidup Anda aman. Padahal tidak. Kecantikan memudar, tren berubah, dan jika hanya itu yang kamu miliki, kamu bisa berada dalam posisi yang sangat rentan,” katanya.
Kehilangan Rumah Akibat Kebakaran Hutan
Titik terendah dalam kehidupan Reppert terjadi pada 2018, ketika rumahnya di California hancur akibat kebakaran hutan. Bencana tersebut membuatnya kehilangan tempat tinggal dan memaksanya memulai kembali hidup dari nol.
“Saya harus memulai lagi dari awal tanpa apa pun. Tidak ada jaring pengaman. Tidak ada rencana. Hanya ketahanan diri,” ungkapnya.
Selama beberapa bulan setelah kejadian itu, Reppert harus berpindah-pindah tempat tinggal. Ia sempat tinggal di hotel murah hingga menumpang di rumah teman.
Meski melalui masa yang berat, pengalaman tersebut justru mengubah cara pandangnya tentang kehidupan. Reppert mengatakan masa sulit itu mendorongnya menemukan tujuan baru, yakni membantu orang lain, khususnya para model muda yang ingin meniti karier di industri hiburan.
Baca Juga:
Trump Ancam Iran Jika Terus Blokir Selat Hormuz: AS Siap Hantam “20 Kali Lebih Keras”
Pesan untuk Model Muda
Kini Reppert kerap berbagi pengalaman dan mengingatkan para model agar tidak hanya mengandalkan penampilan fisik untuk masa depan mereka. Ia mendorong generasi muda di industri modeling untuk membangun keterampilan lain serta memiliki sumber penghasilan alternatif.
Menurutnya, gagasan bahwa seseorang harus memilih satu jalur karier sejak usia muda dan menjalaninya sepanjang hidup sudah tidak lagi realistis.
“Gagasan bahwa kamu memilih satu jalan di usia 18 tahun dan menjalankannya selamanya itu tidak realistis,” katanya.
Ia menambahkan bahwa perempuan sering menghadapi berbagai dinamika kehidupan, seperti jeda karier, tanggung jawab keluarga, atau bekerja di industri yang tidak selalu memiliki masa karier panjang.
“Terutama bagi perempuan, yang sering mengalami jeda karier, tanggung jawab merawat keluarga, atau bekerja di industri yang memang tidak bertahan lama,” ujar Reppert.
Baca Juga:
MK Hapus Frasa “Tidak Langsung” di Pasal Perintangan UU Tipikor, Kejagung Kaji Dampaknya
