AS Minta Warganya Segera Tinggalkan Iran, Tegaskan Semua Opsi Masih Terbuka
Trans7News, Washington — Pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke Iran. Bagi warga Amerika yang saat ini berada di negara tersebut, pemerintah diminta segera meninggalkan wilayah Iran demi alasan keamanan.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menegaskan bahwa situasi yang berkembang membuat Iran dinilai berisiko bagi warga negara Amerika.
Baca Juga:
Mahasiswi UIN Suska Riau Dibacok Rekan Kampus, Diduga Dipicu Penolakan Cinta
“Tidak ada warga Amerika yang boleh bepergian ke Iran dengan alasan apa pun. Kami kembali menyerukan agar warga Amerika yang saat ini berada di Iran untuk segera pergi,” kata Rubio dalam pernyataan resminya.
Iran Ditetapkan sebagai Negara Pendukung Penahanan Tidak Sah
Rubio juga mengungkapkan bahwa pemerintah AS menetapkan Iran sebagai Negara Pendukung Penahanan yang Tidak Sah terhadap warga negara asing. Penetapan ini dilakukan setelah adanya perintah eksekutif dari Presiden AS, Donald Trump.
Menurut Rubio, kebijakan tersebut merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk melindungi warga negara Amerika dari praktik penahanan yang dinilai sewenang-wenang di luar negeri.
Ia menjelaskan bahwa sebelumnya Presiden Trump telah mengeluarkan Perintah Eksekutif untuk Melindungi Warga Negara AS dari Penahanan Tidak Sah di Luar Negeri. Selain itu, Kongres Amerika Serikat juga telah mengesahkan Undang-Undang Pemberantasan Penahanan Tidak Sah tahun 2025 yang memberikan kewenangan kepada Departemen Luar Negeri untuk menetapkan negara tertentu dalam kategori tersebut.
“Jika Iran tidak menghentikan praktik ini, kami akan mempertimbangkan langkah tambahan, termasuk pembatasan geografis terhadap penggunaan paspor AS ke, melalui, atau dari Iran,” ujar Rubio.
Pentagon: Semua Opsi Masih Dipertimbangkan
Sementara itu, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyatakan bahwa Washington masih membuka semua opsi dalam menghadapi Iran.
Dalam pernyataannya kepada wartawan saat kunjungan ke Colorado pada Senin (23/2), Hegseth menegaskan bahwa pemerintah AS tetap mengutamakan jalur diplomasi, namun militer telah menyiapkan berbagai rencana jika negosiasi tidak membuahkan hasil.
“Iran harus membuat kesepakatan. Iran memiliki kesempatan untuk membuat kesepakatan. Itulah hasil yang lebih diinginkan presiden,” kata Hegseth.
Baca Juga:
Mediasi PHK Karyawan PT Raja Golf di Disnaker KBB Buntu, Kuasa Hukum Siap Tempuh Jalur PHI
Ia menambahkan bahwa Departemen Pertahanan memiliki tugas untuk menyediakan berbagai opsi strategis bagi Presiden, termasuk langkah-langkah militer jika Iran menolak mencapai kesepakatan.
Ketika ditanya apakah kemungkinan serangan militer masih dipertimbangkan, Hegseth menegaskan bahwa seluruh opsi masih terbuka.
Pernyataan para pejabat tinggi AS tersebut menandakan meningkatnya ketegangan diplomatik antara Washington dan Teheran, sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah AS tengah memperkuat tekanan politik dan keamanan terhadap Iran.
