Iran Pastikan Selat Hormuz Tetap Terbuka, Siap Bantu Kapal Jepang
Trans7News, Jakarta – Pemerintah Iran menyatakan kesiapannya untuk membantu kapal-kapal Jepang melintasi Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi pasokan energi global, di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa negaranya tidak menutup Selat Hormuz, meskipun konflik dengan Amerika Serikat dan Israel terus memanas.
Baca juga:
Lebaran 2026: Ragunan dan Monas Tutup di Hari Pertama, Ini Daftar Tempat Wisata Jakarta yang Tetap Buka
“Kami belum menutup selat tersebut. Selat itu terbuka,” ujar Araghchi dalam wawancara telepon dengan Kyodo News, seperti dilansir AFP, Sabtu (21/3/2026).
Ia menambahkan bahwa Iran hanya membatasi akses bagi negara-negara yang terlibat dalam serangan terhadap wilayahnya, sementara negara lain, termasuk Jepang, tetap dapat melintas dengan aman.
Jepang Bergantung pada Selat Hormuz
Pernyataan tersebut menjadi angin segar bagi Jepang, yang sangat bergantung pada pasokan energi dari Timur Tengah. Sekitar 95 persen impor minyak Jepang berasal dari kawasan tersebut, dan 70 persen di antaranya melewati Selat Hormuz.
Araghchi menegaskan bahwa Iran siap memastikan keamanan jalur pelayaran bagi Jepang di tengah situasi yang tidak menentu.
Ketegangan Picu Kekhawatiran Energi Global
Sebelumnya, ketegangan meningkat setelah serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu. Iran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone, yang berdampak pada terganggunya aktivitas pelayaran di kawasan tersebut.
Situasi ini memicu kekhawatiran global, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah Jepang pada Senin (16/3) mulai melepaskan cadangan minyak strategisnya, yang termasuk salah satu terbesar di dunia.
Saat ini, Jepang memiliki cadangan energi yang setara dengan konsumsi domestik selama 254 hari.
Selain itu, negara-negara anggota Badan Energi Internasional (IEA) juga telah sepakat pada 11 Maret untuk memanfaatkan cadangan minyak guna menekan lonjakan harga energi akibat konflik di Timur Tengah. Langkah ini disebut sebagai salah satu respons terbesar terhadap krisis energi yang dipicu konflik berskala besar.
Meski situasi masih tegang, pernyataan Iran yang memastikan Selat Hormuz tetap terbuka memberikan harapan bagi stabilitas pasokan energi global dalam jangka pendek.
Baca juga:
Kisah Mantan Model Playboy Kourtney Reppert: Dari Kehidupan Glamour hingga Pernah Jadi Gelandangan
